Gorontalo merupakan wilayah yang kaya akan warisan sejarah dan budaya, terutama yang berkaitan dengan penyebaran agama Islam di Sulawesi. Namun, kondisi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi seringkali mengancam kelestarian bangunan-bangunan bersejarah tersebut. Menanggapi situasi pasca-banjir yang melanda pemukiman warga, Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Gorontalo mengambil langkah nyata melalui sebuah gerakan bertajuk Aksi Resik. Inisiatif ini membuktikan bahwa para atlet tidak hanya sigap dalam mengejar prestasi di air, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan fasilitas umum.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah melakukan normalisasi terhadap tempat ibadah yang terdampak bencana. Tim relawan yang terdiri dari pengurus dan atlet muda ini bergerak cepat untuk Bersihkan Masjid yang menjadi pusat aktivitas spiritual warga. Setelah air surut, biasanya menyisakan masalah besar berupa endapan kotoran yang tebal dan berbau. PRSI Gorontalo menyadari bahwa jika tidak segera ditangani, material sisa bencana tersebut dapat merusak struktur bangunan dan mengganggu kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah harian.
Sasaran utama gerakan ini adalah sebuah Masjid Tua yang memiliki nilai historis tinggi bagi masyarakat setempat. Bangunan ini bukan sekadar tempat salat, melainkan simbol identitas warga yang telah berdiri selama puluhan tahun. Tantangan dalam proses pembersihan ini cukup besar karena struktur bangunan tua memerlukan penanganan yang lebih hati-hati agar tidak merusak ornamen aslinya. Dengan peralatan seadanya namun didorong oleh semangat gotong royong, para anggota PRSI bahu-membahu mengeluarkan tumpukan material yang masuk ke dalam ruang utama masjid.
Bagian yang paling melelahkan namun krusial adalah saat harus menyingkirkan Sisa Lumpur yang telah mengering di sela-sela lantai dan dinding. Lumpur pasca-banjir di Gorontalo cenderung memiliki tekstur yang lengket dan sulit dibersihkan dengan air biasa. Di sinilah ketahanan fisik para perenang diuji di luar kolam renang. Mereka menggunakan sikat, pompa air, dan detergen ramah lingkungan untuk memastikan setiap sudut masjid kembali higienis. Kerja keras ini dilakukan sejak pagi buta hingga menjelang petang agar masjid bisa segera digunakan kembali oleh jamaah.
Keterlibatan organisasi olahraga dalam aksi lingkungan seperti ini memberikan dampak sosial yang sangat positif. Masyarakat merasa terbantu dengan kehadiran anak-anak muda yang penuh energi dan tidak canggung bekerja kotor-kotoran demi kepentingan umum. PRSI Gorontalo ingin menanamkan nilai bahwa kekuatan fisik yang mereka asah melalui latihan rutin adalah aset berharga yang harus bermanfaat bagi masyarakat luas. Solidaritas yang terbangun antara atlet dan warga lokal menciptakan harmoni yang memperkuat ketahanan sosial pasca-bencana.