Di antara berbagai teknik gerakan kaki dalam renang, dolphin kick (tendangan lumba-lumba) menonjol sebagai alat yang sangat efektif dan intensif untuk Fokus Pembentukan Otot di area perut bawah (lower abdomen) dan paha yang kuat. Tendangan yang bergelombang dan simetris ini, yang merupakan bagian integral dari gaya kupu-kupu dan sering digunakan di bawah air untuk kecepatan maksimum, menuntut aktivasi inti tubuh (core) yang ekstrem. Fokus Pembentukan Otot ini melibatkan gerakan dari pinggul, bukan hanya lutut, menjadikannya latihan full-body yang berpusat pada inti dan menghasilkan kekuatan pendorong yang besar. Menguasai dolphin kick adalah kunci untuk efisiensi underwater dan Fokus Pembentukan Otot penstabil yang kuat.
Gerakan dolphin kick dimulai dari inti dan pinggul, bukan hanya dari lutut, yang secara langsung menargetkan perut bawah dan fleksor pinggul (hip flexors). Kontraksi berirama dari perut bawah (rectus abdominis) dan punggung bawah (erector spinae) diperlukan untuk menciptakan gelombang yang mendorong tubuh ke depan. Kekuatan tendangan yang dihasilkan kemudian disalurkan melalui paha (quadriceps dan hamstrings) ke ujung kaki. Latihan dolphin kick yang dilakukan dengan snorkeling atau di bawah air secara eksplosif meningkatkan daya tahan otot inti dan kekuatan dinamis otot paha. Sebuah penelitian biomekanika renang yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Motorik Akuatik (PRMA) Jakarta pada Kamis, 15 April 2026, menunjukkan bahwa dolphin kick menghasilkan aktivasi core yang 25% lebih tinggi dibandingkan dengan tendangan gaya bebas konvensional pada intensitas yang sama.
Untuk memaksimalkan Fokus Pembentukan Otot ini, perenang dapat menggunakan alat bantu seperti fins (kaki katak). Penggunaan fins meningkatkan area permukaan kaki, yang secara drastis meningkatkan resistensi air. Resistensi tambahan ini memaksa otot paha dan inti untuk bekerja lebih keras untuk menghasilkan gerakan yang sama, menstimulasi hipertrofi (pertumbuhan) otot. Pelatih Renang Endurance Bapak Herman Wijaya menyarankan atletnya untuk memasukkan set dolphin kick vertikal (menendang di tempat secara vertikal) tanpa henti selama 60 detik sebagai bagian dari latihan inti setiap hari Selasa dan Jumat sore.
Pentingnya core strength yang dibangun oleh dolphin kick juga terlihat dalam program pelatihan militer. Komando Pasukan Khusus (Kopassus), yang memerlukan core strength untuk membawa perlengkapan berat dan menjalani tugas fisik ekstrem, mengintegrasikan latihan renang intensif. Mayor Inf. Rendra Utama, Komandan Pelatihan Fisik Kopassus, mencatat dalam laporan pelatihan tertanggal 20 November 2025, bahwa dolphin kick dinilai sebagai latihan core yang unggul karena ia melatih otot stabilisator dan otot primer secara bersamaan, mempersiapkan prajurit untuk tuntutan fisik yang tinggi di darat maupun di air.
Secara keseluruhan, dolphin kick adalah Fokus Pembentukan Otot yang tak tertandingi untuk perut bawah dan paha yang kuat. Dengan memanfaatkan resistensi air dan menuntut gerakan bergelombang yang dimulai dari inti, teknik ini secara efektif membangun kekuatan dinamis dan daya tahan otot yang tidak hanya meningkatkan performa renang, tetapi juga memberikan stabilitas dan kekuatan fungsional bagi tubuh secara keseluruhan.