Pemahaman mengenai Bahaya Berenang dalam kondisi cuaca ekstrem harus menjadi prioritas setiap pengelola fasilitas air dan pengunjung. Banyak orang beranggapan bahwa karena mereka sudah berada di dalam air yang basah, maka hujan bukanlah sebuah masalah besar. Namun, risiko sebenarnya bukan terletak pada air hujan itu sendiri, melainkan pada fenomena alam yang menyertainya. Di Gorontalo, intensitas hujan yang tinggi sering kali datang bersamaan dengan angin kencang yang dapat menjatuhkan benda-benda di sekitar kolam, serta risiko suhu air yang turun drastis secara mendadak yang dapat memicu hipotermia ringan atau kram otot.
Masalah utama yang paling mematikan muncul ketika aktivitas berenang dilakukan di Kolam Saat Hujan yang disertai dengan aktivitas elektrik di atmosfer. Air kolam renang, terutama yang mengandung klorin dan mineral lainnya, merupakan konduktor listrik yang sangat baik. Ketika petir menyambar, energi listriknya tidak hanya mengenai satu titik, tetapi dapat merambat dengan cepat ke seluruh permukaan air. Jika seseorang berada di dalam air saat itu, risiko terkena sengatan listrik bertegangan tinggi sangatlah besar, yang dapat mengakibatkan henti jantung atau luka bakar serius yang bersifat fatal dalam hitungan detik.
Kehadiran Petir adalah sinyal mutlak bagi semua orang untuk segera keluar dari air. PRSI Gorontalo menekankan aturan “30-30” yang berlaku secara internasional: jika Anda mendengar guntur dalam waktu 30 detik setelah melihat kilatan petir, Anda harus segera menghentikan aktivitas berenang. Selain itu, Anda harus menunggu setidaknya 30 menit setelah suara guntur terakhir terdengar sebelum kembali masuk ke dalam air. Edukasi ini sangat penting karena banyak perenang yang merasa aman hanya karena hujan sudah mereda, padahal awan kumulonimbus di atasnya masih menyimpan muatan listrik yang aktif.
Selain risiko listrik, berenang di tengah hujan juga menurunkan visibilitas penjaga kolam (lifeguard). Rintik hujan yang deras di permukaan air menciptakan gangguan visual yang membuat petugas sulit memantau pergerakan perenang di dasar kolam. Hal ini sangat berbahaya bagi anak-anak atau perenang pemula yang mungkin mengalami kesulitan di bawah air tanpa terdeteksi secara cepat. Oleh karena itu, kesadaran mandiri untuk menunda latihan saat cuaca buruk adalah bentuk kedewasaan dalam berolahraga yang terus disosialisasikan oleh pihak asosiasi daerah.