Keamanan di area fasilitas olahraga air merupakan tanggung jawab bersama yang tidak boleh diabaikan, terutama bagi anak-anak dan pengunjung pemula. PRSI Gorontalo baru-baru ini meluncurkan kampanye keselamatan intensif yang bertujuan untuk meminimalkan risiko kecelakaan fatal di sekitar area kolam renang. Fokus utama dari kegiatan ini adalah power freestyle yang memerlukan kondisi fisik prima, namun semua itu harus dimulai dari kepatuhan terhadap standar prosedur operasional di darat. Sosialisasi mengenai aturan dilarang berlari menjadi prioritas karena permukaan lantai kolam yang selalu basah memiliki tingkat kelicinan yang sangat tinggi dan dapat menyebabkan cedera serius jika diabaikan.
Secara teknis, banyak kecelakaan di kolam renang justru terjadi sebelum seseorang menyentuh air. Terpeleset di pinggiran kolam dapat mengakibatkan benturan keras pada kepala, patah tulang, atau luka robek yang memerlukan penanganan medis segera. Melalui PRSI Gorontalo, para pengelola kolam diinstruksikan untuk memasang tanda peringatan yang lebih jelas dan edukatif. Sosialisasi ini tidak hanya menyasar pada larangan fisik, tetapi juga memberikan pemahaman logis mengenai mengapa berlari sangat berbahaya di lingkungan air. Air yang menetes dari tubuh perenang menciptakan lapisan tipis di atas keramik atau beton yang mengurangi gaya gesek alas kaki maupun telapak kaki telanjang secara drastis.
Selain aspek keselamatan bagi pengunjung umum, aturan ini juga ditekankan kepada para atlet muda yang sedang menjalani pelatihan. Disiplin di dalam air harus dibarengi dengan disiplin di luar air. Perilaku berlari-larian saat jeda latihan atau saat menuju ruang ganti seringkali dianggap sepele, namun bagi pengurus daerah, hal ini adalah bagian dari pembentukan karakter atlet yang profesional. Dengan mematuhi Aturan Dilarang Berlari ini, risiko gangguan pada jadwal latihan akibat cedera konyol dapat dihindari sepenuhnya. Pelatih di Gorontalo kini wajib menyertakan sesi pengarahan keselamatan selama lima menit sebelum setiap sesi latihan dimulai untuk memastikan pesan ini tersampaikan dengan baik.
Kampanye ini juga melibatkan para penjaga kolam (lifeguard) untuk lebih proaktif dalam menegur pengunjung yang masih melanggar. PRSI Gorontalo menekankan bahwa teguran harus diberikan secara persuasif namun tegas demi kebaikan bersama. Lingkungan kolam renang yang tertib akan memberikan rasa aman bagi para orang tua yang menitipkan anak-anak mereka untuk belajar berenang. Kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas publik akan meningkat seiring dengan peningkatan standar keamanan yang diterapkan secara konsisten.