Kesadaran akan kebersihan fasilitas umum merupakan cermin dari profesionalisme sebuah organisasi olahraga dan kedewasaan para pendukungnya. Dalam ekosistem akuatik, kebersihan area tribun penonton memiliki kaitan erat dengan kualitas udara dan higienitas area kolam yang berada di bawahnya. Menanggapi fenomena penumpukan limbah plastik saat kejuaraan berlangsung, PRSI Gorontalo secara resmi meluncurkan gerakan disiplin lingkungan di area stadion. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap penonton dan atlet merasa nyaman saat berada di lingkungan pusat olahraga. Selain menjaga keasrian tempat bertanding, organisasi juga terus memberikan tips praktis bagi para perenang agar peralatan mereka tetap awet, seperti panduan rawat kacamata renang agar terhindar dari jamur yang sering kali muncul akibat lingkungan stadion bersih yang tidak terjaga kelembabannya.
Kebijakan larang buang sampah di tribun ini bukan sekadar imbauan lisan, melainkan bagian dari regulasi kompetisi yang ketat. Sampah yang dibiarkan berserakan, terutama sisa makanan dan botol minuman, dapat tertiup angin atau terbawa alas kaki perenang hingga masuk ke dalam air kolam. Masuknya polutan organik ke dalam sistem air akan mengganggu keseimbangan kimiawi kolam dan memaksa sistem filtrasi bekerja lebih berat. Melalui kampanye yang masif, pengurus daerah di Gorontalo ingin menanamkan pola pikir bahwa menjaga tribun tetap bersih adalah bentuk penghormatan terhadap perjuangan para atlet yang sedang bertanding di dalam air.
Program kampanye PRSI ini melibatkan penempatan tempat sampah terpilah di setiap sudut strategis dan pengerahan relawan kebersihan saat event besar berlangsung. Di Gorontalo, budaya gotong royong coba diterapkan kembali di area olahraga. Setiap klub renang yang hadir diinstruksikan untuk bertanggung jawab atas kebersihan area duduk mereka masing-masing sebelum meninggalkan stadion. Jika ditemukan pelanggaran berulang, organisasi tidak segan untuk memberikan teguran keras kepada manajemen klub yang bersangkutan sebagai bagian dari edukasi karakter bagi generasi muda.